Senin, 14 September 2009

A, B, C...

Ada yang ngomong "A"...ada yang bilang "B"...ada yang teriak "C"...pusiiiiiiiiiiiiiiing (~.~)

Hmmm, aku tahu, ngga ada salahnya untuk mendengarkan pendapat orang lain. Tapi kalau pendapat-pendapat itu sudah mulai melangkahi batas wilayah yang seharusnya, mengganggu sekali kan?! Kalau sudah begini, cuma tinggal ngerasain pusingnya aja deh :(
Dunia ini ada yang punya. Jadi aku yakin semua sudah diatur.
Kalau pemikiran mentok, satu-satunya jalan keluar ya cuma minta petunjuk sama Allah SWT. Cuma Dia yang pasti memberikan jawaban terbaik. Tapi kalau jawaban yang dikasih itu tidak sesuai dengan yang kita harapkan...ya jangan marah! Jangan ngambek! Jangan jadi ngga percaya!

Terkadang, apa yang kita ingin terbaik untuk kita, itu belum tentu yang terbaik buat kita. Begitupun sebaliknya, apa yang terbaik kita dapatkan, belum tentu terbaik yang kita inginkan.
Iya ngga???

Kita cuma butuh jiwa dan hati yang luas dan lapang untuk bisa menerima semua anugerah yang ada. Karena semua akan terlihat redup dan kusam kalau kita memandang dengan hati yang sempit.
Selalu lihat semuanya dari sudut pandang yang positif. Aku tahu ini tidak mudah. Tapi aku yakin aku bisa. Kamu juga pasti bisa kok (^.^)



Rabu, 09 September 2009

Pengagum...eh...Pecinta Rahasia

Pernah ngga jadi pengagum rahasia??? Mmmm, atau tepatnya pecinta rahasia? Hihihi... aku pernah...lama lagi...kurang lebih 3 tahun...

Ngga enak!
Iyalah, mana enak nahan rasa (plus penasaran) lama-lama... :P
Sampai kemarin, ada seorang teman yang ngirimin aku e-mail yang bikin aku jadi sadar kalau aku ngga boleh nahan lebih lama lagi. Sebuah cerita sederhana yang menggelitik aku untuk bisa ambil sikap. Tentang 2 orang sahabat yang saling cinta, tetapi sama-sama ngga tahu perasaan satu sama lain. Yang pada akhirnya si perempuan menemui ajalnya dalam kondisi menyimpan perasaannya. Untung ceritanya berhenti sampai disitu, ngga diterusin roh si cewek gentayangan nyariin si cowok, hihihihihihihi...
Balik lagi ke ceritaku, akhirnya setelah menyingkirkan semua perasaan (malu, takut, bingung, egois), aku menyatakan perasaanku sama 'dia'.
Setelah itu, legaaaaaaaaaaaa banget...rasanya tuh kayak habis ngancurin batu gede yang ada di dada. Setelah sekian lama itu batu bersarang dan 'ngganjel', akhirnya dia hancur juga, horeeeee...
Tapi belum selesai...ternyata ngga ada tanggapan dari si 'dia'. Setelah aku coba lagi dengan caraku untuk 'mancing', ternyata 'dia' cuma mau 'begini' aja. Jadi teman baik, jadi adik kakak.
Yasuuuu, ngga masalah sama aku. Yang penting 'dia' sudah tahu perasaanku. Dan kalau semua jelas begini kan, hatiku jadi enak untuk memulai lagi dengan orang lain.
Sooooooo, ngga ada salahnya kok, kalau kamu mau menyatakan isi hati kamu sama seseorang.
Jangan terlalu banyak menimbang, nanti kalau kelamaan, timbangannya bisa putus, hehehe...
Tenang aja, kalau kita percaya...semua pasti baik-baik aja.
Aku percaya kalau yang terjadi itu pasti yang terbaik ;-D