Aku mulai lagi coretan hati di bulan pertama tahun ini. Terinspirasi dari kisah nyata seorang teman, dan karena ketika aku menulis sekarang, aku ditemani lagu Who Do You Love-nya The Moffatts (band favoritku sejak ABeGe dulu sampai sekarang, hehehe).
Apa yang ada dibenakmu ketika kamu mendengar kata "mendua" atau "selingkuh"?
Egois kah? Ga adil kah? Menantang kah? Seru kah? Terserah! Bebas tanpa syarat.
Apapun pendapatmu untuk mewakili perasaanmu terhadap kedua kata itu, semua sah-sah saja.
Buat aku, kedua kata itu memaknai kebahagiaan karena ego terpenuhi, seiring dengan menyakiti banyak pihak yang terlibat.
Semua yang terjadi di dalam hidup ini adalah pilihan kawan. Pilih apa yang kau anggap benar, sekalipun itu bukan kebenaran di mata orang lain. Lakukan dan hadapi semua yang ada dihadapan. Tidak ada yang salah dengan itu. Toh pada akhirnya nanti, kita pasti akan menuai apapun resiko dari keputusan kita itu kan? Itu namanya pembelajaran dalam hidup.
Hanya saja, pasti ada pro dan kontra atas apa yang kita lakukan. Untuk kasus "mendua" dan "selingkuh" ini, sudah jelas dan pasti akan lebih banyak yang kontra daripada yang pro. Karena kedua kata itu memancarkan aura negatif, tif, tif (-_-!)
Buat aku, ketika kita sampai di kata "mendua" dan "selingkuh", jalan keluarnya mudah saja. Tanya pada hati kita dan hatinya, yaaang paling dalam : Who do you love? Is it him/her or me? Pertanyaan ini harus dijawab dengan lugas dan jelas.
Ga boleh ada jawaban : Aku sayang kamu, tapi aku juga sayang dia, aku ga bisa milih.
Weeew, enak banget tuh! Situ pikir situ siapa? Jangan seenaknya membagi hati! Pada hakikatnya, manusia itu tidak bisa berlaku adil. Like i said before, hidup itu pilihan bro sist, so...make your choice!
Apa yang ada dibenakmu ketika kamu mendengar kata "mendua" atau "selingkuh"?
Egois kah? Ga adil kah? Menantang kah? Seru kah? Terserah! Bebas tanpa syarat.
Apapun pendapatmu untuk mewakili perasaanmu terhadap kedua kata itu, semua sah-sah saja.
Buat aku, kedua kata itu memaknai kebahagiaan karena ego terpenuhi, seiring dengan menyakiti banyak pihak yang terlibat.
Semua yang terjadi di dalam hidup ini adalah pilihan kawan. Pilih apa yang kau anggap benar, sekalipun itu bukan kebenaran di mata orang lain. Lakukan dan hadapi semua yang ada dihadapan. Tidak ada yang salah dengan itu. Toh pada akhirnya nanti, kita pasti akan menuai apapun resiko dari keputusan kita itu kan? Itu namanya pembelajaran dalam hidup.
Hanya saja, pasti ada pro dan kontra atas apa yang kita lakukan. Untuk kasus "mendua" dan "selingkuh" ini, sudah jelas dan pasti akan lebih banyak yang kontra daripada yang pro. Karena kedua kata itu memancarkan aura negatif, tif, tif (-_-!)
Buat aku, ketika kita sampai di kata "mendua" dan "selingkuh", jalan keluarnya mudah saja. Tanya pada hati kita dan hatinya, yaaang paling dalam : Who do you love? Is it him/her or me? Pertanyaan ini harus dijawab dengan lugas dan jelas.
Ga boleh ada jawaban : Aku sayang kamu, tapi aku juga sayang dia, aku ga bisa milih.
Weeew, enak banget tuh! Situ pikir situ siapa? Jangan seenaknya membagi hati! Pada hakikatnya, manusia itu tidak bisa berlaku adil. Like i said before, hidup itu pilihan bro sist, so...make your choice!